Senin, 23 Oktober 2023

IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF MELALUI KEYAKINAN KELAS DAN DISEMINASI NILAI BUDAYA POSITIF DI SMAN KARANG JAYA MUSI RAWAS UTARA

 ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4

Oleh : Nella Dahti Pawati,S.Pd., Gr.

Calon Guru Penggerak Angkatan 9

SMAN Karang Jaya –kab. Musi Rawas Utara, prov. Sumatera Selatan

 

A. LATAR BELAKANG

 

Pada saat ini, pendidikan mengalami perubahan paradigma belajar, dari pembelajaran berpusat pada guru, menjadi berpusat pada murid. Perubahan paradigma belajar ini dipengaruhi oleh tantangan global abad 21. Untuk menghadapi tuntutan zaman ini, peserta didik  harus memiliki kompetensi 6C yaitu karakter (character), Kewarganergaraan (citizenship), berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), kolaborasi (collaboration) dan komunikasi (communication). Untuk mencapai ke enam kompetensi ini, maka perlu ada perubahan dalam kurikulum. Kurikulum merdeka merupakan paradigma baru dalam pendidikan yang bertujuan untuk menghadapi tantangan abad ke 21. Pada kurikulum merdeka,terdapat proyek penguatan profil pelajar pancasila yang merupakan profil lulusan yang menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur pancasila peserta didik. Salah satu nilai kebajikan yang harus ditumbuhkan di lingkungan sekolah adalah nilai budaya positif. Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Sekolah merupakan institusi pembentukan karakter pada anak menjadi peluang bagi sekolah terutama guru sebagai penuntun dalam membangun budaya positif di sekolah. Sekolah idealnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi murid. Hal ini sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran di sekolah harus dapat membawa murid memperoleh kebahagiaan setinggi-tingginya melalui merdeka belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membangun budaya positif. Budaya positif di sekolah dapat dibangun dengan membentuk keyakinan kelas dan menerapkan segitiga restitusi. Dengan adanya keyakinan kelas yang disusun Bersama antara guru dan murid. Penerapan budaya positif di sekolah memerlukan kerjasama dari semua warga sekolah, baik itu murid, guru dan pimpinan. Karena itu diperlukan koordinasi dan kolaborasi dalam mengimplementasikannya.

 

B. TUJUAN

1.      Menumbuhkan dan menerapkan nilai budaya positif kepada murid.

2.      Menumbuhkan nilai - nilai Profil pelajar pancasila pada diri peserta didik dalam proses pembentukan keyakinan kelas.

3.      Menerapkan segitiga restitusi dengan baik.

4.      Berbagi praktik baik kepada rekan guru tentang penerapan budaya positif melalui kegiatan diseminasi.

5.      Meningkatkan kolaborasi antar warga sekolah dalam penerapan nilai budaya positif.

6.      Meningkatkan partisipasi dan kolaboasi dalam kegiatan komunitas belajar guru SMAN karang Jaya melalui webinar daring di Platform Merdeka Mengajar.

 

C. TOLOK UKUR

1.      1.Terbentuknya keyakinan kelas yang dilaksanakan semua warga kelas.

2.      2.Terlaksananya budaya positif oleh rekan guru setelah tahap diseminasi.

 

D. LINIMASA TINDAKAN

ü  1. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat untuk kegiatan diseminasi dan mempersiapkan materi diseminasi.

ü  2. Mensosialisasikan persiapan pembentukan keyakinan kelas dan bahan persiapan di kelasnya.

ü  3. Melaksanakan kegiatan pembentukan keyakinan kelas bersama murid.

ü 4. Pelaksanaan diseminasi 'Budaya positif' ke rekan guru melalui webinar daring di komunitas belajar PMM.

ü  5. Refleksi hasil kegiatan pembentukan keyakinan dan diseminasi 'Budaya positif'

 

 

E. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

1.      1.Dukungan dari pimpinan, rekan sejawat dan murid dalam mengimplementasikan budaya positif di sekolah.

2.     2.  Sarana dan prasarana yang mendukung dalam mengimplementasikan budaya positif di sekolah.

 

 

 

F. DESKRIPSI AKSI NYATA

 

Langkah awal dalam kegiatan aksi nyata ini adalah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat untuk kegiatan diseminasi di SMAn Karang Jaya. Dikarenakan kondisi cuaca tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maka kepala sekolah dan CGP sepakat untuk melaksanakan kegiatan webinar secara daring melalui webinar di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Kegiwtan webinar ini juga berkolaborasi dengan rekan guru yang mengikuti seleksi Pembatik Level 4. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan materi diseminasi yang meliputi, materi dalam bentuk power point presentasi, Flyer undangan, daftar hadir dalam bentuk google form, dan google meet untuk virtual  meeting dan lain – lain. Sasaran Diseminasi Budaya Positif ini adalah Bapak Ibu Guru Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMAN karang Jaya dan dihadiri oleh Ibu Kepala sekolah sebagi keynote speaker. Kegiatan diseminasi akan dilaksanakan secara daring melalui Komunitas belajar guru SMAN Karang Jaya yang ada di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Kegiatan diseminasi ini sekaligus pembukaan perdana kegiatan komunitas belajar di PMM.Kegiatan Diseminasi Budaya Positif dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Oktober  2023 dan dihadiri oleh kepala sekolah dan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa Diseminasi Budaya Positif merupakan kegiatan berbagi praktik baik yang dilakukan oleh CGP SMAN karang Jaya dan sekaligus memanfaatkan waktu luang untuk belajar bersama. Harapannya CGP dapat terus memotivasi rekan-rekan guru di sekolah untuk mengikuti Pendidikan Guru Penggerak dan juga kegiatan komunitas belajar dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Peserta webinar antusias menyimak materi seminar hingga seluruh materi selesai disampaikan.

 

G. HASIL DARI AKSI NYATA

            Rangkaian kegiatan Aksi Nyata diseminasi nilai budaya positif di SMAN karang Jaya yang dilaksanakan oleh calon guru penggerak menghasilkan pemahaman oleh rekan guru mengenai manfaat implementasi budaya postifi di sekolah khususnya penyusunan keyakinan kelas dan penerapan segitiga restitusi yang dapat menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid, bermakna dan menyenangkan.

 

H. PEMBELAJARAN YANG DI DAPAT DARI AKSI NYATA

 

Pembelajaran yang didapatkan dalam kegiatan Diseminasi Budaya Positif adalah berbagi praktik baik, berkolaborasi dan mengerakkan komunitas praktisi.Hal ini sesuai dengan nilai dan peran yang harus dilaksanakan oleh seorang guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak, saya sangat mengapresiasi antusias rekan guru dalam mengikuti webinar perdana komunitas belajar guru SMAN Karang Jaya.
 

I. RENCANA PERBAIKAN

 

Rencana perbaikan ke depan yang ingin saya lakukan adalah sebagai berikut:

1.      Observasi dan revisi pelaksanaan penyusunan keyakinan kelas secara berkesinambungan.

2.      Melaksanakan langkah kegiatan segitiga restitusi secara rutin.

3.      Mengadakan sharing atau diskusi tentang implementasi dengan rekan guru setelah kegiatan webinar.

4.      Mengadakan webinar secara rutin dengan rekan guru di sekolah melalui komunitas belajar guru SMAN Karang Jaya yang telah diaktivasi di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

 

 

Dokumentasi Photo kegiatan Aksi Nyata:


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 











Link Youtube:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar