ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4
Oleh
: Nella Dahti Pawati,S.Pd., Gr.
Calon
Guru Penggerak Angkatan 9
SMAN
Karang Jaya –kab. Musi Rawas Utara, prov. Sumatera Selatan
A.
LATAR BELAKANG
Pada saat ini, pendidikan
mengalami perubahan paradigma belajar, dari pembelajaran berpusat pada guru,
menjadi berpusat pada murid. Perubahan paradigma belajar ini dipengaruhi oleh
tantangan global abad 21. Untuk menghadapi tuntutan zaman ini, peserta
didik harus memiliki kompetensi 6C yaitu
karakter (character),
Kewarganergaraan (citizenship),
berpikir kritis (critical thinking),
kreatif (creativity), kolaborasi (collaboration) dan komunikasi (communication). Untuk mencapai ke enam
kompetensi ini, maka perlu ada perubahan dalam kurikulum. Kurikulum merdeka
merupakan paradigma baru dalam pendidikan yang bertujuan untuk menghadapi
tantangan abad ke 21. Pada kurikulum merdeka,terdapat proyek penguatan profil
pelajar pancasila yang merupakan profil lulusan yang menunjukkan karakter dan
kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur pancasila
peserta didik. Salah satu nilai kebajikan yang harus ditumbuhkan di lingkungan
sekolah adalah nilai budaya positif. Budaya positif di sekolah merupakan
nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang
berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis,
penuh hormat dan bertanggung jawab. Sekolah merupakan institusi pembentukan
karakter pada anak menjadi peluang bagi sekolah terutama guru sebagai penuntun
dalam membangun budaya positif di sekolah. Sekolah idealnya menjadi tempat yang
aman dan nyaman bagi murid. Hal ini sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar
Dewantara yaitu pembelajaran di sekolah harus dapat membawa murid memperoleh
kebahagiaan setinggi-tingginya melalui merdeka belajar. Salah satu cara yang
dapat dilakukan dengan membangun budaya positif. Budaya positif di sekolah
dapat dibangun dengan membentuk keyakinan kelas dan menerapkan segitiga
restitusi. Dengan adanya keyakinan kelas yang disusun Bersama antara guru dan
murid. Penerapan
budaya positif di sekolah memerlukan kerjasama dari semua warga sekolah, baik
itu murid, guru dan pimpinan. Karena itu diperlukan koordinasi dan kolaborasi
dalam mengimplementasikannya.
B. TUJUAN
1. Menumbuhkan dan menerapkan nilai budaya
positif kepada murid.
2. Menumbuhkan nilai - nilai Profil
pelajar pancasila pada diri peserta didik dalam proses pembentukan keyakinan
kelas.
3. Menerapkan segitiga restitusi
dengan baik.
4. Berbagi praktik baik kepada rekan
guru tentang penerapan budaya positif melalui kegiatan diseminasi.
5. Meningkatkan kolaborasi antar
warga sekolah dalam penerapan nilai budaya positif.
6. Meningkatkan partisipasi dan
kolaboasi dalam kegiatan komunitas belajar guru SMAN karang Jaya melalui
webinar daring di Platform Merdeka Mengajar.
C. TOLOK UKUR
1. 1.Terbentuknya
keyakinan kelas yang dilaksanakan semua warga kelas.
2. 2.Terlaksananya
budaya positif oleh rekan guru setelah tahap diseminasi.
D. LINIMASA TINDAKAN
ü 1. Melakukan
koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat untuk kegiatan diseminasi
dan mempersiapkan materi diseminasi.
ü 2. Mensosialisasikan
persiapan pembentukan keyakinan kelas dan bahan persiapan di kelasnya.
ü 3. Melaksanakan
kegiatan pembentukan keyakinan kelas bersama murid.
ü 4. Pelaksanaan
diseminasi 'Budaya positif' ke rekan guru melalui webinar daring di komunitas
belajar PMM.
ü 5. Refleksi
hasil kegiatan pembentukan keyakinan dan diseminasi 'Budaya positif'
E. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
1. 1.Dukungan
dari pimpinan, rekan sejawat dan murid dalam mengimplementasikan budaya positif
di sekolah.
2. 2. Sarana
dan prasarana yang mendukung dalam mengimplementasikan budaya positif di
sekolah.
F. DESKRIPSI
AKSI NYATA
Langkah awal dalam kegiatan aksi nyata
ini adalah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan
sejawat untuk kegiatan diseminasi di SMAn Karang Jaya. Dikarenakan kondisi
cuaca tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maka kepala
sekolah dan CGP sepakat untuk melaksanakan kegiatan webinar secara daring
melalui webinar di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Kegiwtan webinar ini juga
berkolaborasi dengan rekan guru yang mengikuti seleksi Pembatik Level 4. Langkah
selanjutnya adalah mempersiapkan materi diseminasi
yang meliputi, materi dalam bentuk power point presentasi, Flyer undangan,
daftar hadir dalam bentuk google form, dan google meet untuk virtual meeting dan lain – lain. Sasaran Diseminasi
Budaya Positif ini adalah Bapak Ibu Guru Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMAN karang
Jaya dan dihadiri oleh Ibu Kepala sekolah sebagi keynote speaker. Kegiatan diseminasi akan dilaksanakan secara
daring melalui Komunitas belajar guru SMAN Karang Jaya yang ada di Platform
Merdeka Mengajar (PMM). Kegiatan diseminasi ini sekaligus pembukaan perdana
kegiatan komunitas belajar di PMM.Kegiatan Diseminasi Budaya Positif
dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Oktober 2023 dan dihadiri oleh kepala sekolah dan
seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, kepala sekolah
menyampaikan bahwa Diseminasi Budaya Positif merupakan kegiatan berbagi praktik
baik yang dilakukan oleh CGP SMAN karang Jaya dan sekaligus memanfaatkan waktu
luang untuk belajar bersama. Harapannya CGP dapat terus memotivasi rekan-rekan
guru di sekolah untuk mengikuti Pendidikan Guru Penggerak dan juga kegiatan
komunitas belajar dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Peserta webinar
antusias menyimak materi seminar hingga seluruh materi selesai disampaikan.
G. HASIL DARI AKSI NYATA
Rangkaian kegiatan Aksi Nyata diseminasi
nilai budaya positif di SMAN karang Jaya yang dilaksanakan oleh calon guru
penggerak menghasilkan pemahaman oleh rekan guru mengenai manfaat implementasi
budaya postifi di sekolah khususnya penyusunan keyakinan kelas dan penerapan
segitiga restitusi yang dapat menciptakan pembelajaran yang berpihak pada
murid, bermakna dan menyenangkan.
H. PEMBELAJARAN YANG DI DAPAT DARI AKSI NYATA
Pembelajaran yang didapatkan dalam kegiatan Diseminasi Budaya
Positif adalah berbagi praktik baik, berkolaborasi dan mengerakkan komunitas
praktisi.Hal ini sesuai dengan nilai dan peran yang harus dilaksanakan oleh
seorang guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak, saya sangat mengapresiasi
antusias rekan guru dalam mengikuti webinar perdana komunitas belajar guru SMAN
Karang Jaya.
I. RENCANA PERBAIKAN
Rencana perbaikan ke
depan yang ingin saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Observasi
dan revisi pelaksanaan penyusunan keyakinan kelas secara berkesinambungan.
2. Melaksanakan
langkah kegiatan segitiga restitusi secara rutin.
3. Mengadakan
sharing atau diskusi tentang implementasi dengan rekan guru setelah kegiatan
webinar.
4. Mengadakan
webinar secara rutin dengan rekan guru di sekolah melalui komunitas belajar
guru SMAN Karang Jaya yang telah diaktivasi di Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Dokumentasi
Photo kegiatan Aksi Nyata:
Link Youtube:


